Jogja merupakan salah satu kota yang menjadi ikon kota pendidikan. Hingga saat ini ratusan hingga ribuan pelajar dari seluruh penjuru Indonesia berbondong-bondong memasuki kota ini hanya demi satu mimpi yaitu menghirup segarnya atmosfer pendidikan di kota ini. Bukan hal baru lagi apabila fakta menyebutkan bahwa siswa dan mahasiswa di Jogja banyak terdiri dari orang-orang dari luar daerah yang berkumpul di kota ini. Kendati demikian kuatnya atmosfer pendidikan, dan tingginya perkembangan metode belajar yang diterapkan di dunia pendidikan bukan lantas meniadakan peran dari sebuah lembaga pendidikan non formal yaitu lembaga bimbingan belajar (bimbel). Justru secara de facto bimbel di Jogja, khususnya di daerah Bantul, Sleman dan Jogja Kota semakin menjamur seiring dengan pesatnya pertumbuhan metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah.
Pertumbuhan metode pembelajaran dan munculnya sekolah-sekolah unggulan baru di Jogja berjalan seirama dengan semakin pesatnya pertumbuhan lembaga bimbingan belajar di kota ini. Banyak orang tua murid memiliki kesadaran tinggi untuk mengikutkan putra-putri mereka di lembaga bimbel yang mereka percayai, baik dari segi metode pembelajaran yang diterapkan hingga biaya yang ditawarkan. Pertumbuhan lembaga bimbel di Jogja pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dari tinggi atmosfer pendidikan di kota ini.
Atmosfer pendidikan yang kuat menjadi aose kesadaran akan pentingnya dunia pendidikan. Dari sini kemudian kesadaran-kesadaran dasar untuk mengikutkan putra-putri mereka dalam lembaga bimbingan belajar secara otomatis tumbuh dengan sendirinya. Berikut merupakan beberapa alasan kenapa lembaga bimbingan belajar masih dibutuhkan di Jogja seiring semakin tingginya tren pendidikan di kota ini.
1. Persaingan Akademik yang Semakin Ketat
Pertumbuhan metode pendidikan di Jogja dan tingginya minat pelajar dan mahasiswa bahkan orang tua murid di Jogja terhadap dunia pendidikan berdampak pada semakin tingginya persaingan di dunia akademik. Kesadaran akan pentingnya dunia pendidikan ini bukan hanya sebatas tren sesaat namun sudah menjadi bagian mendasar kesadaran yang tumbuh dan dijaga oleh mayoritas masyarakat yang tinggal di kota ini.
Siswa di kota pendidikan ini menghadapi standar akademik yang hampir di atas rata-rata kota-kota lain pada umumnya. Hal ini tentu sudah menjadi rahasia umum, sebab itu kemudian ikon sebagai kota pendidikan atau kota pelajar melekat pada kota ini selama puluhan tahun. Fakta semacam ini kemudian membuat: Pertama, siswa dan orang tua siswa merasa perlu untuk selalu melakukan persiapan tambahan ketika putra-putri mereka akan masuk ke jenjang dunia strata pendidikan yang selanjutnya, seperti akan masuk SMP/SMA unggulan.
Kedua, salah satu syarat untuk bisa masuk jenjang strata pendidikan selanjutnya seperti SMP/SMA penilaiannya pada umumnya juga berhubungan dengan nilai raport yang harus stabil. Kebutuhan nilai raport yang stabil ini secara otomatis mendesak siswa untuk bisa mengikuti kelas tambahan seperti dengan cara bergabung di lembaga bimbingan belajar yang ada.
Ketiga, kemampuan ujian harus di atas rata-rata, seiring nilai raport yang harus stabil calon siswa yang hendak memasuki jenjang strata pendidikan yang selanjutnya juga dituntut untuk bisa berada di atas rata-rata kompetitor mereka.
Ketiga hal ini merupakan tingginya persaingan akademik di level siswa-siswi di Jogjakarta.
2. Penerapan Kurikulum Merdeka yang Menuntut Kemandirian Belajar
Penerapan kurikulum mereka yang menuntut kemandirian dalam belajar juga menjadi salah poin kenapa lembaga bimbingan belajar sangat dibutuhkan di Jogja, terutama di Bantul, Sleman dan Jogja Kota. Kurikulum merdeka pada dasar memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara mandiri, berpikir kritis, dan mengeksplorasi proyek. Tentu saja kurikulum ini memiliki muatan positif yang baik untuk siswa, hanya saja secara de facto banyak murid dan orang tua murid yang masih merasa belum siap dengan perubahan yang besar ini.
Perubahan kurikulum yang cukup besar ini membuat orang tua murid merasa perlu untuk memberikan kelas tambahan bagi putra-putri mereka supaya lebih cepat bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut. Salah satu langkah yang seringkali dilakukan oleh orang tua siswa di Jogja adalah dengan mengikutkan putra-putri mereka di kelas tambahan di lembaga bimbingan belajar.
Kesadaran ini tumbuhan seiring tumbuhnya kesadaran dari masing-masing orang tua bahwa putra-putri mereka; pertama, butuh penjelasan tambahan tentang konsep yang masih atau mungkin masih belum sepenuhnya mereka. Kedua, putra-putri mereka butuh untuk melakukan latihan mengerjakan soal tambahan agar tidak kebingungan di waktu ujian. Ketiga, putra-putri mereka dirasa perlu untuk melakukan penguatan materi inti seperti: Matematika, Bahasa Inggris, IPA.
Untuk memenuhi kebutuhan dari ketiga poin tersebut maka lembaga bimbingan belajar kemudian dinilai sebagai harapan dan solusi yang paling tepat.
2. Waktu Orang Tua Mendampingi Anak Terbatas
Banyak orang tua siswa di Jogja yang memiliki banyak kesibukan di dunia kerja, dampaknya waktu untuk mendampingi anak menjadi lebih terbatas. Hal ini kemudian berdampak pada banyaknya orang tua siswa di Jogja, baik di Bantul, Sleman maupun Jogja Kota yang memilih untuk mengikutkan putra-putri mereka di lembaga bimbingan belajar.
Pilihan tersebut merupakan salah satu solusi alternatif yang ditempuh agar prestasi akademik putra-putri mereka masih bisa terjaga. Tujuan utama untuk mengikutkan putra-putri mereka di lembaga bimbingan belajar antara lain: Mendampingi anak mengerjakan tugas sekolah, membantu mengatur jadwal belajar, dan memastikan putra-putri mereka untuk bisa belajar secara efektif.
Dalam konteks ini membuktikan bahwa lembaga bimbingan belajar di Jogja, Bantul, dan Sleman berhasil menjadi partner terbaik orang tua dalam mendidik putra-putri mereka.
3. Tuntutan Masuk Sekolah Favorit Masih Tinggi di Jogja dan Bantul
Seperti yang disinggung dalam pembahasan sebelumnya, persaingan untuk masuk ke jenjang strata pendidikan selanjutnya, terutama untuk bisa masuk ke SMP/SMA favorit di Jogja sangat tinggi. Secara otomatis calon siswa membutuhkan untuk mempersiapkan segalanya, mulai dari memperkuat penguasaan materi dasar, mempelajari tipe-tipe soal seleksi, dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mengikuti seleksi ujian.
Semua itu pada umumnya dipersiapkan dengan cara bergabung di lembaga bimbingan belajar yang ada di Jogja Kota, Bantul, dan Sleman. Bergabung dengan lembaga bimbingan belajar dinilai sebagai alternatif solusi paling tepat untuk mempersiapkan diri, termasuk dalam upaya untuk membangun dan memperkuat rasa percaya diri.
4. Keunikan Gaya Belajar Siswa
masing-masing siswa memiliki keunikan gaya belajar yang berbeda-beda. Perbedaan gaya belajar semacam ini menegaskan bahwa pada dasarnya tidak ada satu pun metode pembelajaran yang sempurna yang bisa secara sempurna diterapkan ke semua siswa, terlebih di sekolah seorang guru dituntut untuk mengajar banyak siswa. Dampaknya, tidak semua kebutuhan dari masing-masing siswa dapat dipenuhi sepenuhnya oleh seorang guru. Dari sini kemudian banyak orang tua yang memiliki kesadaran akan fakta semacam itu memilih untuk mengikutkan putra-putri mereka untuk bergabung di lembaga bimbingan belajar.
Ada siswa yang cepat menangkap pelajaran. Ada juga siswa yang butuh penjelasan berulang-ulang untuk bisa memahami suatu pelajaran. Ada juga seorang siswa yang justru lebih merasa nyaman belajar dengan metode visual atau praktik.
Keragaman gaya belajar semacam ini dinilai kurang tepat apabila semua harus bisa terpenuhi hanya dengan mengandalkan peran guru di sekolah. Sebab itu peran dari lembaga bimbingan belajar selaku lembaga pendidikan non formal dibutuhkan.
5. Lingkungan Belajar yang Lebih Terfokus
Di era yang serba digital ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pelajar mulai dari anak-anak hingga remaja yang terpapar oleh gadget. Waktu dan keseharian mereka dihabiskan dengan memegang hp. Dampaknya fokus belajar dari siswa menjadi terganggu. Keresahan orang tua siswa menyikapi hal semacam ini kemudian memilih untuk mengikutkan putra-putri mereka di lembaga bimbingan belajar.
Pertama, di lembaga bimbingan belajar pada umumnya anak terbebas dari gangguan gadget. Kedua, mereka bisa belajar dengan pandu oleh tutor yang pada umumnya sudah sangat berpengalaman. Ketiga, tidak sedikit lembaga bimbingan belajar seperti Rumah Pendidikan Newtrend yang secara khusus menyediakan soal-soal latihan untuk meningkatkan kemampuan masing-masing siswa.
Ketiga poin tersebut menjadi dasar alasan kenapa lembaga bimbingan belajar masih dibutuhkan, selain alasan agar siswa terbebas dari distrak gadget.
6. Lembaga Bimbingan Belajar di Jogja, Bantul fan Sleman Saat Ini Lebih Modern dan Fleksibel
Seiring meningkatnya tren pendidikan di Jogja lembaga bimbingan belajar di Jogja juga banyak mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dapat diambil satu contoh seperti bimbel Rumah Pendidikan Newtrend yang terletak di Jl Imogiri Timur Km5, di dusun Donoloyo, Tamanan, Banguntapan, Bantul dimana seiring dengan meningkatnya tren pendidikan di Jogja membuat lembaga ini mengalami evolusi perkembangan menjadi lebih modern dan fleksibel, sehingga memudahkan orang tua dan siswa untuk mengatur jadwal belajar.
Rumah Pendidikan Newtrend menyediakan program bimbingan belajar mulai dari kelas online dan tatap muka, bahkan sistem hybrid. Dengan pilihan kelas regule dan private, kelas reguler yang disediakan juga berbentuk kelompok kecil sehingga lebih efektif dan kondusif. Hal ini merupakan salah satu contoh gambaran kecil bahwa lembaga bimbingan belajar di Jogja saat ini sudah banyak mengalami perkembangan yang diadaptasi dari tren pendidikan di Jogja yang terus berkembang.
Kesimpulan
Perkembangan dunia pendidikan yang terus mengalami perubahan dan perkembangan teknologi yang semakin maju, tidak dapat menumbangkan peran dari sebuah lembaga bimbingan belajar di Jogja, Bantul dan Sleman. Persaingan akademik, tuntutan kurikulum baru, dan keterbatasan waktu orang tua untuk menemani putra-putri mereka belajar menjadi salah satu pemicu kenapa Bimbel di Jogja, Bantul dan Sleman tetap diminati, bahkan menjadi semakin diminati.

